POLITIK GLOBAL: POSISI INDONESIA PADA PERSOALAN INVASI RUSIA TERHADAP UKRAINA

POSISI INDONESIA PADA PERSOALANI NVASI RUSIA TERHADAP UKRAINA

Sejak serangan Rusia yang diluncurkan pada 24 Februari lalu, Indonesia tidak secara

gamblang menyinggung nama Rusia sebagai pihak yang menginvasi Ukraina. Ukraina - melalui

kedutaan besar di Jakarta - meminta dukungan Indonesia agar bersuara lantang dan berani

membela negara Eropa timur itu.

Suzie Sudarman menambahkan, Ukraina pernah membantu Indonesia di tahun 1940-an

saat berjuang memperoleh kemerdekaannya. Dalam keterangan tertulis, Selasa (01/03), Ukraina

menegaskan tidak bertekuk lutut terhadap ancaman kematian, sama seperti Indonesia tidak

menyerah 70 tahun yang lalu.

"Kami akan berdiri tegak dan meraih kemenangan. Namun dengan dukungan Anda, maka

kemenangan dapat kami raih dengan lebih mudah, lebih pasti dan lebih cepat. Rakyat Indonesia,

keadaan saat ini sungguh berat dan menyakitkan bagi kami. Oleh karena itu, kami menunggu

dukungan Anda. Kami berharap dapat mendengar suara Anda yang lantang dan berani dalam

membela kami," tulisnya. Untuk itu menurutnya, Indonesia perlu mengambil sikap tegas atas

yang terjadi di Ukraina dan juga agar pola akusisi seperti ini tidak terulang kembali.

Pengamat hubungan internasional mengatakan kehati-hatian Indonesia terkait antara lain

karena banyaknya konsesi investasi Rusia di Indonesia serta kepemimpinan Indonesia di G-20.

Tetapi kementerian luar negeri mengatakan sikap Indonesia sudah tegas tanpa harus

menyinggung salah satu pihak.

Dugaan Jemadu yang lebih spesifik adalah, "ada satu kepentingan Indonesia dan tidak

mau dikorbankan, yaitu menjaga jarak yang sama dengan semua kekuatan besar, agar

kepemimpinan Indonesia dalam G-20 berhasil," katanya

melihat sikap hati-hati itu di antaranya dipengaruhi oleh kebutuhan Indonesia akan Rusia

untuk mengimbangi China di Natuna, Laut China Selatan dan juga banyak konsensi investasi Rusia di Indonesia.

Pengamat hubungan internasional dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Nanto Sriyanto,

juga melihat Indonesia perlu menunjukkan sikap tegas terkait perang di Ukraina. "Indonesia

harus menyatakan dengan tegas bahwa Rusia melakukan invasi. Itu bukan

politik naming dan shaming. Tapi sikap dari prinsip Konferensi [Asia-Afrika] Bandung yang

menekankan penghormatan pada kedaulatan," kata Nanto. Jika tidak, sikap Indonesia yang hati-

hati berpotensi menjadi bumerang di masa mendatang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menegaskan, sikap dan posisi

Indonesia telah tegas terkait serangan di Ukraina. "Posisi Indonesia adalah penegakan prinsip

Piagam PBB, hukum internasional, dan terpenting lagi penghormatan terhadap integritas wilayah

dan kedaulatan suatu negara. Sebenarnya tidak perlu diragukan lagi bagaimana kita melihat

permasalahan yang sedang terjadi sekarang.

"Kita betul-betul melihat apa yang sebagai serangan itu sebagai suatu serangan militer

yang harus dihentikan," kata Faizasyah saat ditanya terkait permintaan dukungan dari Ukraina.

Senada, mantan Duta Besar Indonesia untuk Rusia, M. Wahid Supriyadi, menyebut

upaya dan pernyataan yang diungkapkan Indonesia telah cukup tegas, di tengah faktor-faktor

yang sangat rumit mempengaruhi dan juga hubungan baik Indonesia dengan kedua negara.

"Bagaimanapun invasi itu tidak dibenarkan secara hukum internasional, tapi di sisi lain

memang, kita punya kapasitas yang cukup sulit dalam kondisi seperti ini," ujarnya.

Seperti dengan Rusia, katanya, Indonesia memiliki hubungan perdagangan sebesar US$3

miliar. Indonesia juga memiliki forum bilateral yang erat, dan kini dalam tahap

penandatangani strategic partnership dengan Rusia.

"Jadi posisi Rusia penting, dan Indonesia juga dekat dengan Ukraina. Jadi menghadapi

dua sahabat memang tidak mudah. Karena menjadi penengah bukan mudah dan harus ada

persetujuan dua pihak," ujar Wahid.

Sumber :

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-60505523

https://m.antaranews.com/berita/2756353/peran-indonesia-dalam-konflik-rusiaukraina

https://www.cnnindonesia.com/news/20220302182710-4-319672/posisiindonesia-dalam-

perang-rusia-ukraina/amp

Komentar

  1. Posisi Indonesia memang serba sulit, sebab di satu sisi Indonesia mendukung kebebasan setiap negara dalam menentukan arah perjuangannya atau menentukan sekutunya, seperti yang dilakukan Ukraina saat ini. Namun di sisi lain Indonesia sangat anti terhadap intervensi yang dilakukan sebuah negara kepada negara lainnya, seperti intervensi NATO dan USA, sebagaimana sikap yang ditunjukkan oleh Rusia. Paling memungkinkan barangkali menjadi penengah melalui komunikasi persuasi sebagai bagian dari upaya diplomasi perdamaian.

    BalasHapus
  2. Lebih di tingkatkan lagi, lieterasinya diskusinya dan aksinya yah, biar blog nya makin berkembang okey 🔥🔥🔥🔥🔥

    BalasHapus
  3. Kak nanti tambahin fotonya yaa biar tambah menarik lagii

    BalasHapus

Posting Komentar